Translate

baru tau ternyata Ramalan Kiamat yang tahun 2012 itu diambil dari Kalender Maya

Kalender Maya telah lama menjadi misteri yang menarik perhatian dunia. Dengan sistem waktu yang kompleks dan perhitungan akurat terhadap pergerakan langit, kalender ini tidak hanya mencerminkan pandangan kosmologi, tetapi juga memberikan pandangan yang lebih dalam tentang kehidupan dan perubahan zaman. Kalender Maya juga menjadi sasaran kritik dan kontroversi terkait ramalan "kiamat" yang pernah viral. Mari kita telusuri lebih dalam tentang keajaiban kalender Maya dan pandangan masa lalu mereka.

Gambar hanya kiasan

Kalender ini dibuat oleh peradaban Maya, yang berasal dari Mesoamerika dan mencapai puncak kejayaannya antara tahun 250-900 M. Kalender ini mencerminkan pengetahuan dan kepercayaan Maya tentang alam semesta, waktu, dan dewa-dewa mereka. Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang kalender Maya :

Kalender Maya terdiri dari beberapa siklus atau hitungan yang berbeda panjangnya. Ada tiga jenis kalender utama yang digunakan oleh Maya, yaitu Tzolkin, Haab, dan Hitung Panjang. Tzolkin adalah kalender suci yang memiliki 260 hari dalam setahun, yang dibagi menjadi 20 bulan dengan masing-masing 13 hari. Haab adalah kalender matahari yang memiliki 365 hari dalam setahun, yang dibagi menjadi 18 bulan dengan masing-masing 20 hari, ditambah 5 hari tambahan yang disebut Wayeb. Hitung Panjang adalah kalender sejarah yang menghitung jumlah hari sejak titik awal mitologis, yaitu 11 Agustus 3114 SM menurut Kalender Gregorian.

Gambar hanya kiasan

Kalender Maya menggunakan sistem bilangan berbasis 20 (vigesimal), yang berbeda dengan sistem bilangan berbasis 10 (desimal) yang kita gunakan saat ini. Setiap posisi dalam sistem bilangan Maya menunjukkan kelipatan dari jumlah hari. Misalnya, satu kin adalah satu hari, satu uinal adalah 20 kin atau 20 hari, satu tun adalah 18 uinal atau 360 hari, satu katun adalah 20 tun atau 7.200 hari, dan satu baktun adalah 20 katun atau 144.000 hari2. Sebagai contoh, untuk menulis tanggal 21 Desember 2012 M, orang Maya akan menulisnya sebagai 13.0.0.0.0 dalam Hitung Panjang.

Gambar hanya kiasan

Kalender Maya tidak bersifat universal, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan dan tradisi masing-masing komunitas Maya. Beberapa komunitas Maya telah mencoba menyesuaikan kalender mereka dengan kalender lain yang digunakan oleh bangsa-bangsa tetangga mereka, seperti Zapotek, Olmek, Mixtek, dan Aztek. Beberapa komunitas Maya juga masih menggunakan kalender mereka hingga saat ini, terutama di daerah pegunungan Guatemala.

Gambar hanya kiasan

Kalender Maya sering dikaitkan dengan ramalan kiamat yang viral pada tahun 2012. Ramalan ini didasarkan pada anggapan bahwa siklus Hitung Panjang akan berakhir pada tanggal 21 Desember 2012 M, yang merupakan akhir dari siklus baktun ke-133. Namun, ramalan ini ternyata tidak benar, karena kalender Maya tidak berhenti pada tanggal tersebut, melainkan memulai siklus baru yang disebut baktun ke-144. Selain itu, orang Maya sendiri tidak percaya bahwa akhir dari suatu siklus berarti akhir dari dunia, melainkan awal dari suatu perubahan atau transformasi.

Kalender Maya adalah bukti dari kecerdasan dan kreativitas orang-orang Maya dalam memahami dan mengukur waktu. Kalender ini juga menunjukkan hubungan erat antara orang-orang Maya dengan alam, arah mata angin, dan dewa-dewa mereka. Kalender ini juga merupakan sumber inspirasi bagi banyak orang di zaman modern ini, baik dalam bidang seni, sastra, maupun ilmu pengetahuan. Kalender ini juga mengajarkan kita untuk tidak mudah percaya dengan isu-isu kiamat yang tidak berdasar, melainkan lebih menghargai dan menjaga kehidupan di bumi ini.

Referensi p2k.stekom.ac.id, roboguru.ruangguru.com, en.wikipedia.org

Menggali Sistem Waktu yang Mengagumkan

Sistem kalender Maya sangat kompleks, terdiri dari beberapa siklus yang berjalan seiringan. Dua kalender utamanya adalah Tzolk'in, kalender ritual 260 hari, dan Haab', kalender matahari 365 hari. Gabungan dari kedua kalender ini menciptakan siklus panjang yang disebut "Kalender Bundar" dengan rentang waktu 52 tahun. Kemampuan Maya untuk mengintegrasikan siklus bulan, matahari, dan planet dengan presisi luar biasa telah mengesankan banyak ahli matematika dan astronomi modern.


Pandangan Kosmologi dan Spiritualitas

Bagi suku Maya, kalender bukan hanya alat untuk mengukur waktu, tetapi juga memiliki makna kosmologis dan spiritual. Mereka percaya bahwa pergerakan langit adalah cerminan kehidupan manusia, dan keseimbangan ini harus dijaga. Kalender Maya digunakan dalam praktik-praktik keagamaan, peramalan cuaca, serta dalam memilih waktu yang tepat untuk aktivitas seperti pernikahan dan panen.


Kontroversi Ramalan Kiamat

Namun, salah satu hal yang paling dikenal tentang kalender Maya adalah ramalan "kiamat" yang pernah menjadi viral. Menurut interpretasi keliru, siklus Kalender Bundar yang berakhir pada tanggal 21 Desember 2012 dipandang sebagai tanda kiamat. Meskipun para ahli dan arkeolog telah menjelaskan bahwa ini adalah kesalahan pemahaman dan bahwa kalender Maya terus berlanjut, fenomena ini menciptakan kehebohan di seluruh dunia.


Pesan untuk Kita

Keajaiban kalender Maya mengajarkan kita banyak hal. Pertama, kejeniusan suku Maya dalam mengamati alam dan memahami pergerakan langit adalah suatu pencapaian yang luar biasa. Kedua, pandangan spiritual dan filosofis mereka mengajarkan pentingnya keseimbangan dengan alam semesta. Dan yang terakhir, kontroversi "kiamat" yang terjadi menunjukkan betapa pentingnya akurasi dan pemahaman yang tepat terhadap budaya dan pengetahuan masa lalu.


Kesimpulan

Kalender Maya adalah warisan budaya dan ilmu pengetahuan yang luar biasa. Dengan sistem waktu yang kompleks dan pandangan kosmologis yang dalam, kalender ini mencerminkan kedalaman pengetahuan dan pemahaman suku Maya tentang alam semesta. Namun, sambil memandang dengan kagum pada kehebatan mereka, kita juga diingatkan akan pentingnya menghormati budaya dan menghindari penafsiran yang keliru. Kalender Maya mengajarkan kita untuk tetap berpegang pada fakta dan ilmu pengetahuan, sekaligus merenungkan makna yang lebih dalam dalam perjalanan waktu yang tak terelakkan.

wallahu'alam

Posting Komentar