Translate

Istilah ngakeul, dan cara teknik ngakeul

Dalam basa sunda diseputar kegiatan memasak nasi, ada istilah yang namanya 'Ngakeul'

Saat ini ngakeul sudah jarang dan mulai dilupakan bahkan nyaris hilang dalam kehidupan sehari-hari  karena sudah digantikan oleh peralatan memasak nasi yang modern. Meskipun lebih instan dan cepat tapi ada sesuatu rasa dan sensasi yang hilang dari lidah bagi orang yang sudah biasa memakan nasi dari proses ngakeul ini.

Secara kasat mata jika disandingkan antara nasi yang diakeul dan tidak, mungkin akan terlihat sama namun Nikmat hakiki dari rasa dan juga aura yang terpancar akan jauh berbeda. 

Jadi, bagi perempuan yang masih bisa ngakeul dizaman sekarang ini, khususnya cewe Generasi Z, beruntunglah, anda itu sangat berharga!, anda itu sebuah salah satu fenomena langka yang gencar dicari para kaum pria saat ini

Tak sekedar budaya semata, menanak nasi dengan cara "diakeul" ini memiliki banyak manfaat dan filosofi yang begitu tinggi loh.

 

Apa itu Ngakeul

Ngakeul adalah tradisi Budaya Sunda yang dilakukan dalam tahap akhir dari rangkaian proses menanak nasi.

Inti dari ngakeul ini, untuk menghilangkan panas dan asap yang muncul dari nasi yang baru matang, sehingga kemudian, hasil nasi tersebut menjadi empuk dan enak (Pulen).



Alat yang digunakan untuk Ngakeul?

"Ngakeul" sekilas terlihat mudah namun susah apabila tak terbiasa melakukannya. 

Sebelum memulai proses 'Ngakeul', Siapkan terlebih dahulu 3 alat sebagai berikut :

1 Boboko atau Dulang



Kalau dulu pakai 'Dulang' berbentuk bulat cembung, mulut besar, bibir tebal dan menyempit di bagian bawah namun disini saya lebih suka menggunakan Boboko

Boboko wadah yang biasanya dibuat dari serat-serat tanaman yang dianyam. Pada bagian atasnya bisa terbuka atau bisa ditutup dengan sebuah penutup. Sebenarnya anda juga bisa menggunakan baskom atau media wadah lainnya. tapi tentu yang kita inginkan disini adalah hasil yang maksimal. Oleh karena itu boboko sangat penting, sirkulasi udara dari celah - celah anyaman memudahkan uap dari nasi, keluar dan tidak mengendap.


2. Cukil / Centong


Yaitu sebuah sendok nasi yang nantinya digunakan untuk mengaduk nasi


3. Hihid


Fungsinya sama seperti kipas, guna mendinginkan udara, serta memberikan efek menyegarkan di saat udara terasa panas, namun kenapa harus menggunakan 'Hihid' bukankah ini manual?, justru karena manual, udara yang dihasilkan bisa disesuaikan. Tekanan angin yang dihasilkan tidak beraturan! membuat nasi yang di bawah permukaan, tidak mudah kering sehingga dapat meminimalisir perataan dalam mengangkat uap atau asap dari nasi tersebut.
Studi kasus, Saya pernah menggunakan kipas angin elektrik ketika sedang ngakeul.. kemudian hasil nya tidak maksimal,, bukannya pulen malah nasi menjadi cepat dingin.


Bagaimana caranya ngakeul

  1. Ketika nasi baru matang merata!. masukanlah nasi ke dalam wadah Boboko.
  2. Setelah itu ambil Cukil menggunakan tangan kanan dan hihid ditangan kiri
  3. Kemudian aduklah dengan membulak - balik nasi tersebut secara menyeluruh menggunakan cukil bersamaan dengan Hihid sembari memberikan kipasan.

Teknik Dalam Ngakeul

Tentukan Pola dalam membalik nasi, jangan secara acak!. dan ingat Kedua tangan harus secara bersamaan melakukan polanya masing - masing bermain secara unity (kesatuan) atau seirama, Tidak boleh giliran atau sebentar-sebentar, dalam membulak-balik nasi tersebut. usahakan ketika nasi dibalikan harus terkena angin dari 'Hihid' itu, maksimal terkena 3 kipasan, ini dilakukan berulang sampai asap yang keluar tidak ada. Supaya uapnya tidak mengendap dan tersapu oleh angin dari 'Hihid' tersebut. dan Jangan lupa menggeserkan 'Boboko' tersebut secara memutar 360°. Ini dilakukan biar ketika ada sudut yang susah terjangkau oleh tangan (kejauhan) bisa teraduk dengan pola yang telah ditentukan.

Perkiraan waktu yang dibutuhkan sekitar 15 menit


Perbedaan Akeul dan Ngakeul

Sumber sundapedia.com kata Akeul dan ngakeul merupakan kata kerja dalam bahasa Sunda yang artinya sama tapi beda struktur. Perbedaan struktur kata ini dapat membedakan fungsi dan penempatan kata dalam ucapan atau kalimat.

Akeul

Cara bacanya /a·keul/ artinya bolak balikkan nasi yang baru diangkat dari kukusan (biasanya) sambil dikipas-kipasi (menggunakan hihid/ kipas bambu) agar nasi menjadi pulen.

Kata akeul terdiri atas dua suku kata, merupakan morfem dasar madya kauger atau morfem dasar yang semi terikat. Jika tanpa imbuhan, kata ini hanya bisa digunakan dalam bentuk perintah.

Contoh kalimat:

Méméh di dahar, akeul heula sangu téh ambéh pulen. (Sebelum di makan, bolak balikkan dulu nasi itu sambil dikipasi supaya pulen.


Sedangkan arti Ngakeul

Ngakeul /nga·keul/ artinya membolak balikkan nasi yang baru diangkat dari kukusan (biasanya) sambil dikipas-kipasi (menggunakan hihid/ kipas bambu) agar nasi menjadi pulen.

Kata ngakeul terdiri atas dua suku kata, merupakan kecap rundayan atau kata turunan dari kata akeul. Kata kerja dasar yang ditambah rarangken N- menunjukkan verba aktif.

Contoh kalimat:

Ceu Edoh keur ngakul sangu bari ngahariring (Ceu Edoh sedang membolak balikkan nasi sambil dikipasi sambil bersenandung).

Kata akeul dan ngakeul dalam kalimat atau ucapan biasanya tidak memerlukan objek karena sudah dipahami bahwa objeknya adalah nasi.



Manfaat nasi yang di akeul

Membuat Nasi menjadi Pulen enak dan empuk dan Nasi tidak akan mudah basi

2 komentar

  1. Saya coba bantu Teteh saya memasak,dan di suruh ngakeul tapi hese juga ya tangan yang satu bolak balik nasi yang satunya ngahihidan jadi nya paciweuh.😀
    1. sakti memang hehe