Translate

Bahas habis permainan kelereng / maen kaleci

Untuk permainan ini bagi saya menjengkelkan, dari dulu sampai sekarang, saya tidak pernah merasakan sensasi nikmat hakiki dalam menembak kelereng ini, 

Saya ingin sekali mendapatkan momen kenikmatan 'nyintreuk' itu.!!

Saya masih ingat dalam suatu waktu, ketika saya berhasil mendapatkan hampir seluruh kelereng yang ada di dalam 'Kalang'. Dan setelah semua kelereng yang terpasang didalam 'Kalang' itu habis, saya berusaha menjauhkan 'Kojo' kelereng saya sejauh mungkin, hingga 'Kojo' saya tersembunyi jauh kejalan, dan ketika 'Penembakan Terakhir' dilakukan, disinilah momen penentu disaat masa krusial. Mengapa pada saat itu semua orang dewasa yang menonton selalu saja ikut andil dalam memberikan segala masukan kepada musuh-musuh saya. berbagai cara dilakukan mulai dari 'Ikuk' serta tembakan-tembakan matang menghujani 'Kojo' saya ini... yang paling ngeselin itu... disaat 'kojo' saya berhasil dikalahkan, Sorak Gembirapun begitu riyuh dari mereka yang membuat mental saya benar benar hancur.

Yah terlebih itu sangat menyenangkan sekali deh. Dulu orang dewasa pun sering ikut main, bahkan mereka sampe rela nyebur dikali untuk mencari kelereng yang hanyut.


Apa itu permainan kelereng / maen kaleci

Permainan kelereng adalah sebuah permainan tradisional yang memperlagakan beradunya bongkahan bahan padat berbentuk bulat dengan menggunakan tangan, yang biasa terbuat dari kaca, besi , batu dan tanah liat dengan diameter 1 cm sampai 1.5 cm.

Dalam catatan wilayah, karena kemungkinannya jika diluar negara/wilayah/daerah dimainkannya bisa berbeda contohnya seperti dikanal YouTube Fubeca’s Marble Runs memainkannya dengan turnamen balapan.

Permainan ini bisa dimainkan dimana saja (Semua medan) dengan minimal luas yang dibutuhkan 6 x 6 meter, karena menurutku keunikan area dibutuhkan disini, supaya strategi dan taktik bisa dibangun secara alami, menambah kesenangan dan tantangan tersendiri. Kemudian permainan ini bisa dimainkan secara ramai-ramai, baik individu melawan individu, maupun kelompok melawan kelompok.

Inti dari permainan ini yaitu bagaimana kita bisa memenangkan sebanyak - banyaknya kelereng lawan.

 

Istilah - Istilah dalam permainan Kelereng / Maen Kaleci

1. Nyinter / Nyintreuk

Menembak kelereng menggunakan kedua tangan dengan syarat, kedua kelingkingnya harus menempel di tanah, dan salah satu kelingkingnya harus tepat diatas posisi kelereng sebelumnya berada


2. Centang

Menembak kelereng lawan dengan sangat keras, kalau di daerah saya istilah ini biasanya awal mulai melempar kelereng ke tempat area 'kalang' yang dimana kelereng yang dipertaruhkan dipasang


3. Stik

Merupaka kondisi ketika 'Kojo' sudah dalam tolak ukur di area kalang dan boleh untuk melakukan pendekatan dan kemudian dioleskan untuk menuju tujuan. Tolak ukurannya ini dari ujung jempol sampai ujung kelingking pemain yang memainkannya. namun karena ukuran dari tiap orang itu dapat berbeda - beda, biasanya pemain lain memprotes. Sehingga solusi untuk ini di daerah saya, para pemain mengajukan banding dengan melakukan pengukuran bersama dengan seluruh pemain. dengan sepakat suara terbanyak. dan jika masih juga memprotes biasa nya ini akan diverifikasi lagi oleh penonton


4. Ikuk

Kondisi dimana kelereng pemain lawan berada pada wilayah Stik


5 .Epek

Kondisi dimana jika ada pemain lawan sengaja memberikan kemudahan dalam melakukan 'Ikuk' untuk mendekatkan ke kelereng lawan


6. Dur

Menjauhkan Kelereng ketika mengenai tubuh pemain lawan. Ini biasanya terjadi disaat giliran yang sedang melepaskan tembakan, tidak sengaja terhalangi, mengakibatkan laju jalur terpotong tidak alami. Kemudian orang yang terkena oleh kelereng itu menjauhkannya dengan cara meneruskan arah laju yang terpotong dengan cara melemparkannya menggunakan tangan.


7. Blep

Mengabaikan Kelereng ketika mengenai tubuh pemain (Kebalikannya Dur)


8. Depot

Ketika 'Kojo' masuk kedalam kalang dan berhenti didalam area lingkarannya. 


9. Diparet

Disaat menembak kelereng lawan mengenainya lebih dari satu


10. Golotok

Menembak kelereng lain dengan pelan


11. Oles

Kondisi dimana ketika 'Kojo' terkena sentuhan yang sangat tipis dalam catatan tidak tergerakan


12. Stan

Kondisi menembak dengan berdiri dikarenakan area ruang tidak memadai dengan syarat kelingking menempel dilutut


13. Kalang

Area Pasang kelereng dengan melingkari area tersebut menggunakan garis yang terlihat


14. Kojo

Merupakan Kelereng pilihan utama untuk menembak 


15. Golono

Sama seperti 'Kojo' namun disini ukurannya 2x lebih besar pada umumnya, kelebihannya menggunakan 'Golono' dapat mempermudah akurasi dan kontrol laju apalagi dengan metode 'Golotok', kekurangannya lambat, susah bermanuver juga kabur disaat krusial, dan sering jadi incaran karena ukuran yang besar


16. Nyedet

Merupakan 'Kojo' yang tidak diam


17. Rawu

Kondisi dimana semua pemain maupun penonton dapat mengambil kelereng di area kalang dengan cara rebutan, Biasanya ini terjadi akibat salah satu pemain ketahuan berbuat curang


Cara bermain dan tahapan permainan kelereng / maen kaleci

  1. Pertama para pemain harus membuat 'Kalang' di tanah dengan memberikan area kosong antara garis dari 'Kalang' dan kelereng yang dipasang maksimal 20 cm dan minimal 10 cm , yang telah disepakati oleh para pemain lainnya.
  2. Permainan diawali dengan melemparkan kelereng masing-masing ('Kojo') ke arah mendekati 'Kalang' yang sebelumnya dibuat.
  3. Kelereng yang terdekat dari garis 'kalang' berhak bermain ('Nyintreuk') pertama, kemudian urutan selanjutnya disesuaikan dengan jarak dekat antara kelereng yang dilempar dengan garis 'kalang' yang dibuat
  4. Tembakan ke arah 'kalang' sampai mendapatkan kelereng yang dipasang sebanyak mungkin, jika terjadi 'Oles' masih bisa terus melakukan giliran
  5. Ketika sudah mendapatkan Kelereng dari Kalang, maka pemain mendapatkan hak untuk mematikan lawan lain dengan menembaknya dan jika berhasil mematikan maka giliran masih berlanjut
  6. Untuk menghindari serangan lawan, pemain bisa meletakkan kelerengnya di tempat tersembunyi, misal di bawah bebatuan atau di sela-sela bebatuan.
  7. Jika seluruh pemain berhasil dimatikan maka permainan dianggap selesai
  8. Jika seluruh pemain masih hidup dan kondisi Kalang habis. Maka seluruh pemain hanya dapat diberikan kesempatan untuk melakukan penembakan terakhir (1 kali) dan semua diberika hak untuk bisa mematikan pemain lawan lainnya


Peraturan / Prosedur

  1. Setiap pemain bertaruh sejumlah kelereng. Adapun jumlahnya tergantung kesepakatan
  2. Semua taruhan kelereng akan diperebutkan oleh semua pemain sesuai dengan aturan
  3. Kelereng yang dipertaruhkan tidak boleh rusak/bopeng/retak/pecah
  4. Setiap pemain hanya boleh menggunakan 1 kelereng sebagai pemukul utama
  5. Kelereng hanya boleh ditembakan oleh tangan
  6. Ketika akan menembak kelereng tidak boleh berubah tempat dari kelereng yang sebelumnya berada
  7. Kelereng terdekat dari garis 'kalang' berhak bermain ('Nyintreuk') pertama, kemudian urutan selanjutnya disesuaikan dengan jarak dekat antara kelereng yang dilempar dengan garis 'kalang'. intinya yang terdekat yang pertama sampai yang terjauh dari kalang yang terakhir
  8. Tidak boleh menggeserkan kelereng ketika belum gilirannya
  9. Pemain yang belum mendapatkan kelereng dari area 'Kalang', tidak bisa menyerang dan mematikan kelereng yang lain.
  10. Pemain dapat melakukan giliran 2 kali atau lebih dengan syarat setelah mematikan lawan atau meng 'Oles' kelereng didalam 'kalang' atau mendapat kelereng didalam 'Kalang'
  11. Kelereng 'Kojo' yang masuk dan berhenti di didalam area 'Kalang' dianggap mati
  12. Setiap pemain boleh menembak kelereng kemana saja, bebas tak terhingga
  13. Pemain dapat menyerang lawan dengan syarat sudah memiliki minimal 1 kelereng dari area 'Kalang
  14. Ketika lawan terkena serangan atau tersentuh oleh kelereng yang sudah memiliki dari area 'Kalang', maka kelereng lawan tidak dapat dimainkan lagi atau dikatakan mati
  15. Batas Partner pemain tidak boleh lebih dari 2, kecuali kelompok melawan kelompok
  16. Pemain selesai apabila semua kelereng telah mati dan hanya ada satu kelereng yang hidup atau semua kelereng yang dipasang sudah habis. Jika kelereng yang dipasang habis. maka seluruh pemain masih dapat 1 kali kesempatan menembak ('Nyintreuk')

Manfaat

  1. Mempercepat dalam membuat keputusan
  2. Melatih akurasi tangan
  3. Melatih kemampuan berpikir (kognitif)
  4. Melatih mengendalikan emosi
  5. Mempertajam kecermatan dan ketelitian
  6. Melatih Ketajaman mata
  7. Melatih kelentikan jari
  8. Meningkatkan fokus dan konsentrasi


Resiko

Kalo didaerah saya sering sekali ketika bermain kelereng, kejadian - kejadian yang tidak mengenakan Seperti dibawah ini :

  1. Terkena lemparan atau tembakan kelereng yang sangat keras sehingga lebam hitam.
  2. Emosi dan berkelahi antar pemain, ini sering terjadi biasanya karena kondisi 'Oles' dan 'depot'
  3. Hilangnya 'kojo' karena terlalu jauh menembak.
  4. Hilangnya sebagian kelereng yang dipasang diarea kalang oleh penonton, akibat para pemain lengah karena terlalu fokus.


Pada tahun 3000 SM Di Mesir kelereng mulai dibuat dari batu atau tanah liat. adapun Kelereng tertua saat ini koleksi The British Museum di London berasal dari tahun 2000-1700 SM. Kelereng tersebut ditemukan di Kreta pada situs Minoan of Petsofa. Proses pembuatannya pun masih secara manual menggunakan keahlian tangan dalam catatan tahun tahun tersebut perkiraan ya!

Sebagian Referensi :

brainly.co,  @salam_nunggal, wiki

Posting Komentar