Translate

Mengurai Isu Perpres dan Dampaknya pada Konten Kreator dan Media Indie

Dunia kreator dan media indie telah menjadi bagian vital dari ekosistem digital di Indonesia. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, muncul sebuah peraturan yang menimbulkan kekhawatiran besar bagi komunitas ini. Peraturan tersebut adalah Perpres (Peraturan Presiden) yang menyorot isu terkait media, termasuk platform digital seperti YouTube dan TikTok. Tujuan peraturan ini nampaknya baik, yakni untuk mengendalikan penyebaran berita palsu (hoax) dan memastikan kualitas jurnalisme yang lebih baik. Namun, ketika kita mengupas lebih dalam, banyak kekhawatiran muncul terkait dampak buruk yang mungkin timbul.

Mengurai Isu Perpres dan Dampaknya pada Konten Kreator dan Media Indie

Catatan:

Dunia kreator adalah komunitas individu atau kelompok yang aktif membuat konten kreatif di platform digital seperti YouTube, Instagram, dan TikTok. Mereka menciptakan beragam konten, seperti video, tulisan, musik, dan podcast, dengan tujuan menghibur, mengedukasi, atau menginspirasi audiens. Kreator juga memiliki peluang ekonomi melalui iklan, sponsor, dan kerja sama dengan merek. Pertumbuhan dunia kreator didorong oleh teknologi dan memiliki pengaruh besar dalam budaya populer serta dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat.

Sedangkan

Media indie merujuk pada media yang dioperasikan secara independen oleh individu atau kelompok kecil, tanpa keterlibatan besar dari perusahaan media besar atau pemerintah. Media indie sering kali lebih fokus pada kebebasan ekspresi, kreativitas, dan penekanan pada isu-isu yang mungkin tidak mendapatkan perhatian cukup di media mainstream. Media ini dapat berbentuk berbagai macam, seperti blog, vlog, podcast, surat kabar atau majalah independen, dan saluran media sosial.

Media indie biasanya tidak memiliki sumber daya yang sebesar media besar, tetapi mereka memiliki keunggulan dalam fleksibilitas dan kemampuan untuk menciptakan konten yang lebih spesifik dan terfokus. Media indie juga dapat memberikan peluang bagi individu atau kelompok kecil untuk menyampaikan pandangan, informasi, atau cerita secara tidak terbatas oleh batasan-batasan yang mungkin ada dalam media besar.

Seiring dengan perkembangan teknologi dan akses mudah ke platform-platform digital, media indie semakin berkembang dan memiliki pengaruh yang signifikan dalam dunia media saat ini.

Berikut isi draft nya, klik pada tautan berikut

https://dewanpers.or.id/assets/documents/pengumuman/Draft_RPerpres_Media_Sustainability_17_Feb_2023.pdf

Tujuan yang Mulia, Tapi Cara yang Kontroversial

Tak bisa dipungkiri bahwa tujuan Perpres ini adalah untuk melindungi masyarakat dari berita palsu dan konten meragukan. Ini adalah langkah yang patut diapresiasi, mengingat dampak negatif dari penyebaran hoax bisa sangat merugikan. Namun, hal yang menjadi perdebatan adalah cara pelaksanaannya yang dianggap kontroversial oleh banyak pihak.

Mengurai Isu Perpres dan Dampaknya pada Konten Kreator dan Media Indie

Dampak pada Konten Kreator dan Media Indie

Berdasarkan Perpres ini, platform digital diwajibkan untuk berkolaborasi dengan dewan pers dan mengikuti regulasi tertentu. Namun, banyak dari kita yang menjadi kreator dan pemilik media indie merasa khawatir dengan beberapa pasal yang tertuang dalam peraturan ini.

Salah satu pasal yang kontroversial adalah terkait keterbukaan algoritma. Platform-platform digital harus memberikan akses kepada dewan pers terkait perubahan algoritma mereka. Ini berarti informasi mengenai algoritma yang selama ini sangat rahasia akan terekspos, dan ini bisa memberikan keuntungan besar bagi media-media besar yang lebih paham cara mengoptimalkan algoritma tersebut. Akibatnya, kreator dan media indie akan kalah bersaing, karena algoritma yang seharusnya menjadi keunggulan mereka akan diketahui oleh pesaing.

Mengurai Isu Perpres dan Dampaknya pada Konten Kreator dan Media Indie

Konten Berkualitas yang Terpinggirkan

Dalam Perpres ini, juga diatur bahwa platform-platform digital harus menghilangkan konten yang tidak sesuai dengan kode etik jurnalistik yang ditetapkan oleh dewan pers. Ini mengarah pada situasi di mana banyak konten yang mungkin tidak dianggap etis oleh dewan pers akan dihapus. Namun, konsep etika dan moral bersifat relatif dan bisa berbeda-beda antara satu entitas dengan yang lain. Hal ini berpotensi merugikan konten-konten yang mungkin bermanfaat namun dianggap tidak sesuai oleh pihak berwenang.

Mengurai Isu Perpres dan Dampaknya pada Konten Kreator dan Media Indie

Kehilangan Kreativitas dan Kebebasan Ekspresi

Perpres ini juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kebebasan ekspresi. Dalam upaya memerangi hoax, ada risiko bahwa platform-platform digital akan melakukan sensor berlebihan terhadap konten-konten kreatif yang sebenarnya tidak melanggar hukum. Hal ini bisa menghambat kreativitas dan inovasi, serta mempersempit ruang bagi para kreator untuk berpendapat dan menyampaikan ide.


Dampak Ekonomi dan Pembatasan Pertumbuhan

Salah satu aspek yang sangat penting adalah dampak ekonomi yang mungkin ditimbulkan oleh Perpres ini. Kreator dan media indie tidak hanya menciptakan konten, tetapi juga memberikan kontribusi besar pada perekonomian. Banyak UMKM yang bermitra dengan kreator untuk mengenalkan produk mereka kepada khalayak yang lebih luas. Jika pembatasan dan penghapusan konten terjadi, ini bisa berdampak negatif pada pendapatan mereka, bahkan mengancam kelangsungan bisnis mereka.

Mengurai Isu Perpres dan Dampaknya pada Konten Kreator dan Media Indie

Harus Ada Solusi Bersama

Sementara peraturan ini memiliki niat yang baik, penting bagi pemerintah dan dewan pers untuk mendengarkan kekhawatiran dari komunitas kreator dan media indie. Diperlukan dialog terbuka dan transparan guna mencari solusi yang lebih seimbang dan mempertahankan keberlanjutan industri kreatif. Mungkin bisa dipertimbangkan alternatif lain seperti pembuatan kode etik khusus untuk media digital, yang melibatkan para pemangku kepentingan.


Kesimpulan

Sebagai sebuah negara demokratis, penting bagi kita untuk tetap menjunjung tinggi kebebasan berekspresi dan inovasi. Meskipun peraturan seperti Perpres ini bisa memiliki tujuan yang baik, dampak dan implementasi perlu dipertimbangkan dengan matang agar tidak menghambat pertumbuhan industri kreatif dan berita yang beragam. Kreator dan media indie telah menjadi bagian penting dari dinamika sosial dan ekonomi kita. Oleh karena itu, perlu adanya dialog yang lebih intensif antara pemerintah, dewan pers, dan komunitas kreator.

Penting juga bagi para kreator dan pemilik media indie untuk tetap berkontribusi dalam membangun ekosistem media yang sehat dan beretika. Dengan menghasilkan konten-konten yang berkualitas, akurat, dan bermanfaat, mereka bisa membantu menjaga kepercayaan masyarakat terhadap informasi yang mereka konsumsi.

Perpres yang saat ini ada seharusnya dapat menjadi batu loncatan untuk menyempurnakan regulasi dalam dunia digital, bukan sebagai pembatas kreativitas dan kebebasan berekspresi. Dengan melibatkan para kreator dan media indie dalam proses penyusunan regulasi, kita dapat menciptakan lingkungan yang seimbang antara perlindungan masyarakat dari hoax dan keberlanjutan industri kreatif.

Sebagai penonton, kita juga memiliki peran penting dalam mendukung kreator dan media indie yang kita nikmati kontennya. Dukungan bisa berupa interaksi positif, berbagi konten yang bermanfaat, dan partisipasi dalam diskusi terbuka mengenai regulasi ini.

Pada akhirnya, penting untuk diingat bahwa tujuan utama dari semua pihak adalah memastikan informasi yang berkualitas dan akurat dapat tersampaikan kepada masyarakat. Namun, upaya ini tidak boleh merugikan keberlanjutan dan keberagaman dalam industri kreatif. Dengan kerjasama dan dialog yang terus-menerus, kita dapat mencapai tujuan bersama yang lebih baik.

Posting Komentar